Faidah Ringkas
0 menit baca 09 Jun 2026
Admin Tasleem
Penulis Tasleem

Amalan yang Paling Dicintai Allah

Amalan wajib adalah amalan yang paling dicintai Allah. Di antara yang paling utama adalah menjaga salat tepat waktu, berjamaah, dan berusaha meraih kekhusyukan di dalamnya.

Amalan yang Paling Dicintai Allah

Amalan yang Paling Dicintai Allah

Amalan terbaik adalah al-wājibāt, yaitu amalan-amalan yang wajib. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ

"Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya."

Amalan wajib adalah amalan yang paling besar pahalanya di sisi Allah.

Bahkan, seseorang yang luput dari takbiratul ihram bersama imam, kerugiannya lebih besar daripada hilangnya seluruh aset yang ia miliki; rumah, kendaraan, dan seluruh hartanya. Semua itu lebih ringan dibanding kehilangan kesempatan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam.

Apa dalilnya?

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

"Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya."

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ

"Apabila iqamah telah dikumandangkan, maka tidak ada salat selain salat wajib."

Berapa nilai dunia dan seisinya? Emas, berlian, istana, dan seluruh kenikmatan dunia tidak dapat dinilai dengan angka. Namun semua itu ditinggalkan demi mendapatkan takbiratul ihram bersama imam.

Apabila seseorang sedang mengerjakan salat sunnah, lalu iqamah dikumandangkan, maka ia diperintahkan untuk meninggalkan salat sunnahnya demi mengikuti salat wajib bersama imam. Padahal salat sunnah tersebut lebih baik daripada dunia dan seisinya. Semua itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan salat wajib.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ

"Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya."

Salat, Amalan yang Paling Dicintai Allah

Dari Abdullah bin Mas‘ud radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata:

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟

"Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Amalan apa yang paling dicintai Allah?"

Beliau menjawab:

الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا

"Salat pada waktunya."

Karena itu, para ulama sangat menjaga salat mereka.

Sa‘id bin Al-Musayyib rahimahullah berkata:

"Dalam enam puluh tahun terakhir, aku belum pernah mendengar azan kecuali sudah dalam keadaan berwudu."

Al-A‘mash rahimahullah berkata:

"Dalam empat puluh tahun terakhir, aku tidak pernah mendengar azan kecuali sudah dalam keadaan berwudu."

Sebagian ulama lainnya berkata:

"Dalam empat puluh tahun terakhir, aku tidak pernah salat sambil melihat punggung manusia."

Maksudnya, beliau selalu berada di saf pertama selama empat puluh tahun.

Tentu hal itu membutuhkan usaha, kesungguhan, dan kesabaran. Bukan sesekali, tetapi terus-menerus selama puluhan tahun.

Disebutkan pula:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ

"Siapa yang ingin bertemu Allah esok hari dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga salat-salat ini."

Salat adalah amalan yang paling dicintai Allah. Sampai Nabi Ibrahim ‘alaihissalām berdoa:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

"Wahai Rabbku, jadikanlah aku orang yang menegakkan salat, demikian pula keturunanku. Wahai Rabb kami, kabulkanlah doaku."

Tidak mudah bagi seseorang untuk benar-benar bermunajat kepada Allah dalam salat; berkeluh kesah, berbisik kepada-Nya, mengungkapkan isi hati, dan menyampaikan segala harapannya kepada Allah.

Disebutkan pula:

وَاللَّهُ قِبَلَ وَجْهِ الْمُصَلِّي إِذَا صَلَّى

"Allah berada di hadapan wajah orang yang sedang salat ketika ia salat."

Karena itu, fokuslah memperbaiki kualitas salat lima waktu.

Ciri pertama orang beriman adalah sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam salatnya."

Diambil dari kajian Hari Makan-Makan & Minum - Al-Ustadz Muhammad Mundzir

Baca Juga

Allah Memilih Siapa yang Diberi Taufik untuk Menuntut Ilmu
Sebab-Sebab Menguatkan Iman