Dua Tempat Terakhir: Surga dan Neraka
Bersemangatlah mengejar surga, karena nikmat dunia ada akhirnya, sedangkan nikmat surga selama-lamanya.
Ringkasan Kajian
๐ Dua Tempat Terakhir
๐ Ustadz Abu Faqih Abdullah Hafizhahullah
Di antara perkara gaib yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah adanya surga dan neraka. Keduanya merupakan tempat kembali terakhir bagi manusia setelah hari kiamat. Orang-orang yang beriman dan bertakwa akan memperoleh kenikmatan surga, sedangkan orang-orang kafir dan pelaku maksiat yang berhak mendapatkan hukuman akan merasakan azab neraka sesuai dengan keadilan Allah.
Mengimani surga dan neraka bukan sekadar mengetahui keberadaannya, tetapi juga meyakini seluruh berita yang datang dalam Al-Qur'an dan Sunnah tentang keduanya.
Surga (Al-Jannah)
Surga adalah tempat kenikmatan yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Kata Al-Jannah berasal dari makna sesuatu yang tertutup. Surga dinamakan demikian karena berbagai kenikmatannya tersembunyi dari pengetahuan manusia.
Allah Ta'ala berfirman:
ููููุง ุชูุนูููู ู ููููุณู ู ููุง ุฃูุฎููููู ููููู ู ููู ููุฑููุฉู ุฃูุนููููู ุฌูุฒูุงุกู ุจูู ูุง ููุงูููุง ููุนูู ูููููู
"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu berbagai nikmat yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. As-Sajdah: 17)
Rasulullah ๏ทบ juga bersabda dalam hadits qudsi:
ุฃูุนูุฏูุฏูุชู ููุนูุจูุงุฏููู ุงูุตููุงููุญูููู ู ูุง ููุง ุนููููู ุฑูุฃูุชู ููููุง ุฃูุฐููู ุณูู ูุนูุชู ููููุง ุฎูุทูุฑู ุนูููู ููููุจู ุจูุดูุฑู
"Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Surga memiliki tingkatan-tingkatan (darajฤt). Semakin tinggi tingkatannya, semakin sempurna kenikmatan yang diperoleh penghuninya. Tingkatan tertinggi adalah Al-Wasilah, yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ.
Neraka (An-Nฤr)
Secara bahasa, An-Nฤr berarti api yang menyala.
Secara syariat, neraka adalah tempat azab yang Allah siapkan bagi orang-orang kafir dan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari pelaku dosa untuk mendapatkan hukuman.
Allah Ta'ala berfirman:
ููุฃูู ููุง ุงูููุฐูููู ุดููููุง ููููู ุงููููุงุฑู ููููู ู ูููููุง ุฒููููุฑู ููุดูููููู
"Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya di dalam neraka. Di sana mereka mengeluarkan dan menarik napas dengan merintih."
(QS. Hud: 106)
Neraka memiliki tingkatan-tingkatan (darakฤt). Semakin rendah tingkatannya, semakin berat dan dahsyat azab yang dirasakan penghuninya.
Surga dan Neraka Sudah Ada Saat Ini
Ahlus Sunnah wal Jama'ah meyakini bahwa surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah yang telah ada sekarang, bukan baru diciptakan pada hari kiamat.
Ketika Nabi ๏ทบ melakukan perjalanan Isra' dan Mi'raj, beliau diperlihatkan surga dan neraka. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya telah diciptakan.
Surga dan Neraka Kekal
Di antara keyakinan penting seorang muslim adalah bahwa surga dan neraka tidak fana dan tidak akan musnah.
Tentang penghuni surga, Allah berfirman:
ุฌูุฒูุงุคูููู ู ุนููุฏู ุฑูุจููููู ู ุฌููููุงุชู ุนูุฏููู ุชูุฌูุฑูู ู ูู ุชูุญูุชูููุง ุงููุฃูููููุงุฑู ุฎูุงููุฏูููู ูููููุง ุฃูุจูุฏูุง
"Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga-surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya."
(QS. Al-Bayyinah: 8)
Kekalnya surga disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur'an.
Adapun kekalnya neraka bagi orang-orang kafir disebutkan dalam Al-Qur'an hanya dalam 3 ayat, diantaranya:
QS. An-Nisa' ayat 168โ169
QS. Al-Ahzab ayat 64โ65
QS. Al-Jinn ayat 23
Makna Beriman kepada Surga dan Neraka
Beriman kepada surga dan neraka mencakup beberapa perkara:
Meyakini keduanya benar-benar ada.
Meyakini surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah.
Meyakini keduanya telah ada saat ini.
Meyakini keduanya kekal sesuai dengan yang Allah kabarkan.
Mengimani seluruh kenikmatan yang Allah siapkan di surga.
Mengimani seluruh bentuk azab yang Allah siapkan di neraka.
Keimanan terhadap surga dan neraka akan melahirkan harapan terhadap rahmat Allah dan rasa takut terhadap azab-Nya.
Bolehkah Memastikan Seseorang Masuk Surga atau Neraka?
Kaidah Ahlus Sunnah dalam masalah ini adalah:
Tidak boleh memastikan seseorang sebagai penghuni surga atau penghuni neraka kecuali berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah.
Karena perkara tersebut termasuk perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah. Adapun orang-orang yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam dalil yang sahih sebagai penghuni surga atau neraka, maka kita menetapkannya sebagaimana dalil tersebut menetapkannya.
Penutup
Dunia adalah tempat yang sementara, sedangkan surga dan neraka adalah tempat kembali yang kekal.
Karena itu, seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh mengejar surga dan menjauhi segala sebab yang mengantarkan kepada neraka.
"Bersemangatlah mengejar surga, karena nikmat dunia ada akhirnya, sedangkan nikmat surga berlangsung selama-lamanya."

Diambil dari kajian berjudul Dua Tempat Terakhir oleh Al-Ustadz Abu Faqih