Adab
0 menit baca ● Audio 19 Agt 2026
Abu Arqam Bayu
Penulis Tasleem

Kenapa Sih Wanita Harus Berhijab?

Kemuliaan seorang muslimah bukan pada kecantikan, pujian, atau pandangan manusia. Kemuliaan sejati ada pada iman, ketakwaan, menjaga kehormatan, dan mencari keridaan Allah.

Kenapa Sih Wanita Harus Berhijab?
Dengarkan — Abu Arqam Bayu
0:00 10:46

Wahai Saudariku Muslimah, Kemuliaanmu Bukan pada Pandangan Manusia, tetapi pada Pandangan Allah

Allah ﷻ tidak menciptakanmu agar menjadi perhiasan bagi mata-mata yang dipenuhi syahwat. Allah tidak menciptakanmu agar nilaimu ditentukan oleh banyaknya orang yang mengagumimu. Allah menciptakanmu sebagai hamba-Nya yang dimuliakan dengan iman dan ketakwaan.

Maka kemuliaan tidak pernah diukur dengan kecantikan wajah, bentuk tubuh, warna kulit, ataupun pujian manusia. Kemuliaan hanya diukur dengan ketakwaan.

Lihatlah Kehinaan Wanita pada Zaman Jahiliyah

Sebelum datangnya Islam, wanita diperlakukan dengan sangat hina.

Mereka tidak memiliki hak waris.

Mereka bahkan diwariskan sebagaimana harta.

Bahkan sebagian wanita dipaksa melacurkan diri demi keuntungan para walinya.

Begitu rendahnya nilai wanita, sehingga ketika terlahir dari mereka anak perempuan, itu menjadi aib besar bagi mereka. Orangtuanya hanya punya dua pilihan, membesarkannya dalam keadaan menanggung malu, atau ia mengubur anaknya hidup hidup.

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا وَهُوَ كَظِيمٞ.

Padahal apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.

يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓۚ أَيُمۡسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمۡ يَدُسُّهُۥ فِي ٱلتُّرَابِۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ

Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.

Sebagiannya ada yang menguburnya langsung ketika anak tersebut masih bayi, sebagaimana yang Allah kisahkan

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ. بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

"Dan apabila bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh." (QS. At-Takwir: 8–9)

Sebagian yang lain, menguburnya ketika anak tersebut dalam masa kanak kanak, mereka ajak jalan jalan kemudian dijatuhkan dalam lubang dan kemudian dikubur, ayahnya memandang anaknya dalam keadaan anak tersebut berteriak, ayahku ayahku. Betapa gelapnya kehidupan dimasa itu.

Wanita pada masa jahiliyah dipandang sebagai alat pemuas syahwat. Nilai mereka bukan karena akhlaknya, bukan karena ketakwaannya, tetapi karena sejauh mana mereka dapat memuaskan hawa nafsu manusia.

Lalu Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ untuk mengangkat kehinaan itu.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

"Sesungguhnya para wanita adalah saudara kandung (sepadan) dengan kaum laki-laki." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Beliau juga bersabda,

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

"Berbuat baiklah kepada para wanita." (Muttafaq 'alaih)

Jangan Kembali kepada Jahiliyah

Sangat menyedihkan apabila setelah Allah memuliakan wanita dengan Islam, justru sebagian muslimah kembali kepada nilai-nilai jahiliyah.

Mereka berlomba menjadi pusat perhatian.

Mereka merasa bahagia ketika dipandang.

Mereka menganggap semakin banyak laki-laki memperhatikan dirinya, semakin tinggi nilainya.

Padahal Allah telah memperingatkan,

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

"Janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarruj pada zaman jahiliyah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33)

Tabarruj bukanlah kemajuan.

Tabarruj adalah jejak jahiliyah yang dibenci Allah.

Kecantikan Fisik Tidak Pernah Abadi

Betapa banyak wanita yang dahulu dipuji karena kecantikannya.

Namun ketika usia bertambah, wajah mulai berubah, muncul wanita yang lebih muda dan lebih cantik, semua pujian itu menghilang.

Siapa yang Datang Ketika Wanita Membuka Kehormatannya?

Orang yang mencintai hanya karena kecantikan tidak sedang mencintai dirimu.

Ia hanya mencintai sesuatu yang suatu saat pasti hilang.

Laki-laki yang takut kepada Allah diperintahkan menundukkan pandangan.

Allah berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka." (QS. An-Nur: 30)

Sedangkan wanita diperintahkan menjaga kehormatan.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan mereka." (QS. An-Nur: 31)

Apabila seorang wanita sengaja mencari perhatian dengan menampakkan kecantikannya kepada laki-laki yang bukan mahram, maka yang paling bersemangat mengejarnya sering kali adalah orang-orang yang tidak menjaga pandangannya.

Karena orang yang bertakwa justru diperintahkan berpaling.

Rasulullah ﷺ bersabda,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ... فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ

"Wanita dinikahi karena empat perkara... maka pilihlah yang memiliki agama."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa agama adalah ukuran yang paling utama, bukan kecantikan.

Bahaya Mengagungkan Hawa Nafsu

Hakikat jahiliyah adalah mendahulukan hawa nafsu daripada wahyu.

Allah berfirman,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ

"Tidakkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?" (QS. Al-Jatsiyah: 23)

Dan Allah berfirman,

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

"Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (QS. Shad: 26)

Tidak ada kehinaan yang lebih besar daripada ketika pujian manusia lebih dicintai daripada keridaan Allah.

Jagalah Dirimu, Allah Akan Menjagamu

Sebagian muslimah merasa berat menjaga hijab.

Merasa takut tidak diperhatikan.

Takut tidak mendapatkan pasangan.

Takut dianggap tidak menarik.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ibnu Abbas,

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

"Jagalah (agama) Allah, niscaya Allah akan menjagamu." (HR. At-Tirmidzi)

Siapa yang menjaga batas-batas Allah, Allah akan menjaganya.

Allah pula yang mengatur rezekinya, ketenangan hidupnya, dan seluruh urusannya.

Allah berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2–3)

Dengan izin Allah, Dia dapat menganugerahkan pasangan yang saleh, yang menjaga pandangannya, memuliakan istrinya, serta membangun rumah tangga di atas ketakwaan.

Allah berfirman,

وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ

"Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik." (QS. An-Nur: 26)

Kemudian Allah menjadikan dari rumah itu keturunan yang saleh.

Sebagaimana doa hamba-hamba-Nya,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami." (QS. Al-Furqan: 74)

Pahit Hari Ini, Manis Esok Hari

Mungkin hari ini engkau merasakan beratnya menjaga hijab.

Beratnya menahan diri dari tabarruj.

Beratnya meninggalkan pujian manusia.

Namun yakinlah bahwa kesabaran di jalan Allah tidak pernah sia-sia.

Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Dan Allah berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)

Hari ini mungkin engkau merasakan pahitnya kesabaran.

Namun kelak, dengan izin Allah, engkau akan merasakan manisnya penjagaan-Nya, indahnya pengaturan-Nya, luasnya kasih sayang-Nya, dan kebahagiaan yang jauh lebih kekal daripada seluruh pujian manusia.

Karena siapa yang meninggalkan sesuatu demi Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Dia akan mengganti dengan apa yang lebih baik, pada waktu dan dengan cara yang Dia kehendaki.

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga kehormatan, mencintai ketakwaan, dan memperoleh kemuliaan di dunia serta di akhirat.